Logo PPID
Navigasi
PPID Kemenag Bolmut
Butuh Bantuan?
0853-5813-3553
Berita

Upacara HUT Ke-81 RI, Kakan Sebut Program Sukses Kemenag Dalam Pidato Menag

Oleh: Rival Intan
Senin, 17 Agustus 2026 | 13:38 WITA
Upacara HUT Ke-81 RI, Kakan Sebut Program Sukses Kemenag Dalam Pidato Menag

Foto: Dokumentasi Humas

Boltara (Kemenag) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Bertindak selaku Pembina upacara, Kepala Kantor, Idrus Sante.

Melalui amanat Pembina upacara, Menteri Agama menyebut kesuksesan program besar Kementerian Agama dalam bidang kerukunan dan pendidikan. Pertama, Indonesia besar karena keberagaman. Karenanya, kerukunan jadi modal dasar pembangunan. Tanpa kerukunan, bangsa ini sulit  bertumbuh dan maju. Indeks Kerukunan Umat Beragama kita terus  meningkat, dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025. Ini pencapaian tertinggi. Indeks Kesalehan Umat Beragama 2025, juga mencapai 84,61.

Kedua, Kementerian Agama juga terus mendorong pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga membentuk karakter. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, kita ingin melahirkan peserta didik yang berkarakter dan toleran. Melalui program Ekoteologi, kita menggerakkan aksi nyata pelestarian alam untuk mendukung Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (Asri).

Tidak hanya itu. Saat ini tercatat lebih dari 11,8 juta siswa dan santri telah menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Lebih dari 5,1 juta siswa binaan Kementerian Agama menerima manfaat Program Indonesia Pintar. Peningkatan kompetensi guru dan dosen melalui pendidikan profesi naik 700 persen dari sebelumnya, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan mereka.

Diakhir pidato yang dibacakan oleh Pembina upacara, Menag berpesan, meski saat ini kita memasuki zaman baru. Dimana Artificial Intelligence telah mengubah cara kita belajar dan bekerja. Tetapi ada satu hal yang tidak boleh berubah, yaitu kemanusiaan.

AI boleh semakin cerdas, tapi manusia harus tetap bijaksana. Teknologi boleh semakin maju, tapi akhlak tidak boleh tertinggal. Di tengah era post-truth, ketika informasi palsu dapat terlihat seperti kebenaran, Kementerian Agama harus memperkuat literasi digital sekaligus literasi keagamaan.

“Jangan sampai teknologi yang seharusnya mendekatkan manusia justru menyebarkan kebencian, menghasilkan kebohongan, lalu kita tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Jangan sampai kemajuan teknologi membuat manusia kehilangan hati Nurani”, pesannya.

Menag mengajak seluruh ASN Kemenag untuk bekerja dengan kesungguhan, melayani dengan tulus, merawat kerukunan, menguasai teknologi tanpa kehilangan etika, serta jadikan agama sebagai sumber kedamaian, persatuan, dan kemajuan bangsa. Bangsa besar tidak hanya dibangun oleh ekonomi dan teknologi. Bangsa besar juga dibangun oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya persatuan.

Humas

Editor: Rival Intan
Fotografer: Dokumentasi Humas
110 Dilihat
umum
ID: #00193
Label Terkait:
# HUT RI
Bagikan Artikel Ini: