Boltara (Kemenag) — Musim kekeringan yang melanda sejumlah wilayah tidak menjadi alasan bagi Kantor Urusan Agama (KUA) untuk menghentikan program ekoteologi. Di tengah kondisi cuaca yang kering, implementasi ekoteologi justru diarahkan pada langkah-langkah sederhana dan nyata untuk menjaga lingkungan KUA tetap bersih, asri, serta aman dari potensi kebakaran.
Program ekoteologi yang selama ini didorong di lingkungan KUA tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan penanaman atau penghijauan. Dalam kondisi kekeringan, perhatian terhadap kebersihan lingkungan dan pencegahan kebakaran menjadi bagian penting dari upaya merawat alam.
Setiap KUA didorong untuk memastikan lingkungan kantor terbebas dari sampah, terutama sampah yang mudah terbakar. Kebersihan halaman serta penataan lingkungan perlu dilakukan secara rutin sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“ekoteologi tidak harus dengan menanam pohon, terlebih musim panas begini. Ekoteologi kita nyatakan dengan menjaga kebersihan kantor”, jelas H. Abdullah Diu, Kepala Seksi Bimas Islam pada Rapat Koordinasi Teknis, Kamis (27/8/26) di KUA Bolangitang Barat.

Jelasnya, Ekoteologi pada masa kekeringan juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan. Merawat alam tidak selalu membutuhkan kegiatan besar, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan dan menghindari tindakan yang berpotensi merusak lingkungan.
Dengan demikian, KUA diharapkan tetap menjadi contoh bagi masyarakat dalam membangun budaya peduli lingkungan. Semangat ekoteologi tetap berjalan, meskipun bentuk kegiatannya disesuaikan dengan kondisi alam dan kebutuhan lingkungan saat ini.
Melalui langkah sederhana tersebut, lingkungan KUA tidak hanya menjadi tempat pelayanan keagamaan yang nyaman, tetapi juga menjadi ruang yang menunjukkan bahwa kepedulian terhadap alam merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Humas